Archive for August, 2011

25 August 2011

Traveling with Clodi (3)

by milispopokkain

Berikut ini summary dari sharing & pembahasan ttg travelling with clodi yg kemarin disampaikan via twitter dan milis.

Tips utk #travellingwithclodi :

1.Khawatir lama keringnya, pakai soaker/insert lembaran or AO, prefolds, flats sbg pengganti soaker.

2. Khawatir ngga sempat nyuci, pakai sistem hybrid (diaper cover & disposable soaker – mis. Econobum, GroVia). #travellingwithclodi

3. Ngga mau repot dgn kucek2 pup, kasih biodegradable disposable liner. #travellingwithclodi

4. Menginap di hotel, bs jemur clodi dg gantungan baju (baru liat ide ini kmrn di Instagram). #travellingwithclodi

5. Maksimal simpan clodi kotor adl 3 hari. Sebaiknya bilas dulu sblmnya. #travellingwithclodi

6. Jangan lupa yg paling penting, bawa wetbag, atau tas waterproof lainnya. #travellingwithclodi

Tambahan tips:

Dari Djeng Eni via yahoogroups:

Membawa fitted diaper saja, cuci tinggal cemplung (perawatan lebih mudah dibanding popok ber-PUL, ber-fleece, ber-microfiber). Bisa jg prefold atau AO.

Dari Lia via yahoogroups:

Tetep mengandalkan AI2. Cuma untuk insertnya bisa combine antara mf dilapis insert socks, prefold, sama tetra.

Dari Vina via yahoogroups:

Menyediakan 3 botol Aqua 1liter untuk keperluan bersih2 saat macet tak bergerak. Sedia wipes memang ideal, tp bisa menggunakan baju2 lama anak juga untuk cadangan2 lap2.

Dari Citta via twitter:

Popok dicuci langsung dan digantung (dikeringkan di WC – kamar mandi). Kl tidak kering jg, pakai hair dryer atau minta tolong pihak hotel. Sistem diaper cover akan mempermudah.

Dari Dita via twitter:

Mencuci dgn tangan di hotel, kemudian menggunakan mesin pengering di tempat cuci kiloan.

Terima kasih atas semua sharing-nya ya, Mommies!

25 August 2011

Traveling with Clodi (2)

by milispopokkain

Diterjemahkan dan disarikan dari artikel How to Travel with Cloth Diapers by Becca di link http://www.clothdiaperblog.com/how-to-travel-with-cloth-diapers/ (link ini sudah tidak valid)

Please note, bila di akhir kalimat tertuliskan ‘add.’ artinya kalimat sambungannya (yg dalam kurung)  merupakan tambahan dari kami.

———

Tanpa membawa keperluan popok kain pun, bepergian dengan anak bayi sudah cukup sulit karena barang bawaannya yang seabrek dan bisa mengambil banyak tempat di kendaraan, di kamar hotel, di rumah kerabat/teman, dll. Jadi, bepergian dengan membawa perlengkapan popok kain kelihatannya tidak mungkin. Namun penulis di sini menyatakan bahwa hal itu mungkin saja. Bagaimana caranya? Mari kita simak.

Sebelum berangkat, yang perlu diketahui:

  1. Berapa lama akan bepergian (add. lama perjalanan, lama menginap)
  2. Dimana kita akan tinggal (add. hotel, rumah teman, rumah kerabat)
  3. Fasilitas apa yang dimiliki oleh tempat kita menginap terkait dgn pencucian popok (add. mesin cuci, mesin pengering)

Berdasarkan informasi itu, berikut ini adalah keperluan yang kita bawa (add. Diaper stash anak penulis kelihatannya pocket diapers semua):

Untuk perjalanan pendek tidak lebih dari beberapa jam:

  • 2-3 pocket diapers (atau prefold diapers dgn diaper cover – add. AI2 or diaper cover system)
  • 4-6 cloth baby wipes
  • 1 mini spray bottle berisi baby wipe solution (add. air bersih jg bisa)
  • Wetbag small
  • Changing pad (alas ganti popok)
  • Disinfectant, in case ruang/tempat ganti popoknya kotor

Untuk perjalanan yang lebih panjang:

  • 8 atau lebih cloth wipes
  • 1 mini spray bottle berisi wipe solution (add. air besih jg bisa)
  • Wetbag medium
  • Alas ganti popok
  • Disinfectant

Untuk perjalanan dengan menginap:

  • 12+  pocket diapers untuk semalam, atau 24+ pocket diapers untuk lebih dari semalam
  • Tas duffel utk popok bersih (add. Tas apa aja bisa, asal bersih)
  • 30+ cloth wipes
  • Wadah besar utk cloth wipes (add. tas kecil, cosmetic pouch, etc)
  • 1 Botol spray besar utk wipe solution (add. air bersih jg bisa)
  • Dua wetbag medium (satu utk digunakan saat yg satu lg dicuci bersama popok kotor)
  • Alas ganti popok
  • Deterjen atau dish soap (tergantung akan dicuci pakai mesin atau pakai tangan) (add. sabun cuci piring Sunlight)
  • Insert hemp utk overnight atau perjalanan darat yg panjang (Loppy Do sgt bagus)

Pencucian dan pengeringan saat bepergian

Sebagian besar hotel memiliki mesin cuci dan pengering yg dpt kita gunakan dgn biaya ringan. Kl Anda akan pakai cara ini, gunakan deterjen yg Anda bawa. BIla menginapnya di rumah teman atau saudara, tanyakan apakah Anda bisa menggunakan mesin cuci mereka.

Kalau tidak ada mesin cuci, bawa sabun cuci piring dan cuci popok di wastafel kamar mandi. Cara penulis: mengisi wastafel dgn air hangat dan sedikit sabun, masukkan popok kotor sebanyak yg bisa ditampung wastafel, kucek2, rendam sebentar, buang air, (peras), isi lagi wastafel dengan air, proses diulang sampai tidak ada lagi busa.

Jemur popok di: gantungan baju dgn hanger, rel gorden jendela dgn hanger, tempat tas (lihat foto di link). (add. kursi yg ada di dalam ruangan – asal bukan yg berbahan kain, jemuran kecil yg kdg disediakan penginapan, rel-nya shower curtain)

Saat menginap di rumah sendiri, penulis menggunakan mesin pengering hanya utk insert2, sementara popoknya dijemur biasa. Ini utk memperpanjang umur elastik popok. Namun saat menginap di tempat yg ada mesin pengeringnya, penulis memilih utk mengeringkan semua komponen popok dengan mesin krn lebih efisien dari segi waktu dan belum tentu pemilik rumah/hotel bersedia melihat popok2 bergantungan. Selama Anda tidak stuffing (memasangkan, memasukkan) popok-insert saat masih panas, hal ini seharusnya tidak merusak elastik.

Add. Blog penulis yg ada beberapa tutorial terkait perpopokkainan http://beccasclothdiaperblog.blogspot.com/p/make-your-own-tutorials.html

19 Mei 2012. Sumber lain tentang bepergian dengan popok kain:

24 August 2011

Travelling with Clodi (1)

by milispopokkain

Menjelang lebaran begini, pasti sebagian dari anggota komunitas kita sedang bersiap-siap untuk pulang kampung. Dengan barang bawaan yang banyak dan rencana kunjungan ke beberapa tempat, mungkin ada yang khawatir dan tidak siap untuk berpopok kain selama bepergian itu.

Nah, April lalu, salah satu anggota Milis Popok Kain, Mom Friska, sempat berbagi tentang pengalamannya ke luar kota dan tetap berpopok kain. Walaupun kondisinya belum tentu sama, tapi mungkin tulisan Mom Friska ini bisa memberikan ide dan pencerahan bagi para orang tua yang ingin pulang kampung bersama popok kain.

***

Wed Apr 27, 2011 12:17 pm

Mama, ibu, bunda, ummi sekaliannn… Pengen share hasil travelling kemaren tp baru sempet nih, sore-sore mau pulang kantor nulis cerita dulu.

Ceritanya habis long weekend dari Jakarta ke Balikpapan selama seminggu. Tiga hari pertama dihabiskan dengan rute Jakarta – Balikpapan – Samarinda – Tenggarong. Berbekal 14pcs clodi, karena pas berangkat clodi lainnya belum kering T_T, dan 2 buah wetbag merk Yoyoo dan ACE.

Day one

Berangkat dari rumah jam 9 pagi, check in, take off, perjalanan dan nyampe Balikpapan jam 3 sore. Sukses ga bocor…ga ada halangan (fiuhh) takutnya jojo pup di pesawat. Begitu di rumah Balikpapan langsung ganti clodi karna lanjut lagi keliling Balikpapan. Sampe jam 8 malem sukses ga bocor juga di jalan, terus ganti clodi lagi buat persiapan bobo malem. Karna bawa BS langsung diinstruksi nyuci popok kotor malam itu juga. Seperti biasa subuh ganti clodi karna uda penuh kena pipis Jo yang super duper banyak sekarang.

Day two

Jam 8 pagi mandi ganti clodi, persiapan ke Samarinda bawa 10pcs popok saja. Sisanya pada belom kering….untung pagi-pagi si Jo pup di rumah, hihihihi…. Jam 1 siang nyampe di hotel, ganti clodi dulu. Lanjut ke Pulau Kumala ampe sore. Jam 6an uda di hotel lagi, si Jo mandi sore dan ganti clodi. Clodi kotor masuk wetbag, pakaian kotor jo juga. Sebelum bobo malem ganti clodi, as usual subuh ganti clodi lagi.

Day three

Jam 8 pagi mandi ganti clodi, lanjut travelling lagi ke Tenggarong. Lagi-lagi untung pagi-pagi si Jo uda pup di hotel! Jam 12 siang ganti clodi di mobil. Sorenya pulang ke Balikpapan, jam 6 sore si jo mandi dan ganti clodi, masih nyisa 2 ato 3 pcs clodi bersih dan clodi yang dicuci pas hari pertama uda kering. Yang amaze ternyata semua wetbagku klo “dipaksa” muat ampe 5 clodi plus 2 set baju kotor, hahahaha…..sampe gembul. Oya memanfaatkan fasilitas hotel, jd clodi kotor aku bilasin dulu pake air anget yang ngucur dari keran supaya pesingnya ilang. Peres jemur di gantungan handuk besok pagi masukin wetbag, beresssss!!

Semoga menginspirasi yang mau travelling pake clodi, don’t worry, padahal bawa clodi cuma selusinan gitu. Yang sedih pas mau ke Jakarta lagi di Balikpapan mendung melulu, jadi clodi pada susah kering…mesin cuci top loading ngga maksimal yaaa keringnya T_T. Masih ada yg kering sih, jadi tetep pake clodi selama perjalanan pulang ke Jakarta.

Tips lagi, selama di jalan andelan pake clodi dengan PUL dan insert super kek bamboo ato soakernya grobaby. Klo untuk tidur pake yg non PUL yaitu si ZZ jadul. Satu lagi, kelupaan…. bawa alas ompol juga kira-kira 7-8pcs deh buat insert cadangan, ato kadang aku combine dengan insert terry ato microfiber. Biar ringkes ganti clodi di mobil aku pilih GG pants. Di pesawat andelannya Metalmom, soalnya kan luamaaaa dari check in, take off ampe nyampe kota tujuan tuh…selalu berhasil tanpa bocor!! Lumayannnn…

Cheers, Friska -mamanya jo-

17 August 2011

Artikel KOMPAS: Pakai Popok Kain Yuk!

by milispopokkain
KOMPAS, MINGGU, 31 JULI 2011 – HLM. 17
TREN | HOBI & KOMUNITAS

Pakai Popok Kain Yuk!

Di tengah melimpahnya produk popok sekali pakai di pasaran, sekelompok ibu justru memilih menggunakan popok kain. Alasan mereka untuk menghemat pengeluaran hingga mengurangi sampah.
OLEH YULIA SAPTHIANI

Kelompok ibu-ibu yang berasal dari Komunitas Milis Popok Kain (MPK) memperlihatkan desain popok kain yang tren pada zaman sekarang ketika merayakan ulang tahun kedua perkumpulan mereka, Sabtu (2/7) di TK Buana Kids, Buncit Indah, Jakarta. Untuk mengisi acara, panitia menggelar workshop membuat popok kain, lomba memakaikan popok kain pada anak, dan lomba membuat popok kain dari bahan yang tersedia di rumah.

“Salah satu semangat menggunakan popok kain adalah mengurangi sampah. Jadi, syarat lombanya adalah memakai bahan bekas yang memang sudah ada di rumah,” kata Eni, salah satu moderator milis.

Maka, jadilah ibu-ibu peserta lomba berkreasi membuat popok, seperti dari kaus yang sudah tidak terpakai atau kombinasi dari bahan kaus dengan kain bedong yang biasa dipakai untuk membungkus bayi. Namun, jangan bayangkan popok kain yang dipakai saat ini sama seperti popok kain zaman dulu, yaitu berupa sehelai kain katun atau kaus yang pada salah satu sisinya diberi tali sebagai pengikat.

Popok kain “kontemporer” ini memiliki penampilan yang modern dan modis. Umumnya, berbentuk seperti celana dalam, terbuat dari bahan yang nyaman dan aman untuk bayi seperti katun/kaus, ditambah sehelai kain pembalut untuk menampung pipis. Sebagian di antaranya diberi lapisan tahan ait untuk menahan rembesan. Motif dan warna kain yang lucu dan cerah membuat popok ini bisa dipakai tanpa tambahan celana dalam.“Bentuknya seperti celana supaya mudah dan cepat dipakai. Karena itu harganya memang lumayan mahal. Tetapi, kalau dihitung dengan cermat, pembelian yang mahal untuk popok kain hanya di awal. Setelah itu akan terasa hemat karena popok kain bisa dipakai berulang-ulang setelah dicuci,” kata Eni yang memakaikan popok kain pada anaknya sejak berusia dua bulan.
Ibu lainnya, Inne Utomo (27), juga menjadikan penghematan sebagai alasan memilih popok kain.
“Kalau popok sekali pakai, saya bisa menghabiskan uang Rp. 200.000 per bulan karena ternyata anak saya tidak cocok memakai popok sekali pakai yang murah. Itu artinya, dalam setahun saya harus membelanjakan Rp. 2,4 juta. Sementara sepuluh buah popok kain yang totalnya Rp. 700.000 bisa saya pakai lebih lama dari setahun karena bisa dipakai berulang. Kan prinsipnya cuci, kering, pakai,” kata Inne yang sudah memakaikan popok kain pada anaknya, Kinar (1 tahun 9 bulan), selama 1,5 tahun.

Butuh Kreativitas

Selain popok berbentuk celana, popok dengan bentuk sehelai kain masih tetap digunakan. Di samping helaian kain berukuran kecil yang biasanya dipakaikan pada bayi baru lahir, popok seperti ini juga tersedia dalam ukuran yang lebih besar. Untuk itu, diperlukan kreativitas sang ibu untuk memakaikannya karena popok kain berukuran besar ini harus dilipat-lipat hingga nyaman dipakai bayi. Kalau ibu bisa berkreasi dengan cara melipat, popok dari sehelai kain ini bisa dibentuk seperti celana, seperti yang diperagakan Inne.

Beragam jenis popok kain yang dipajang saat ulangtahun MPK tersebut, dikatakan Eni, adalah produk lokal yang dibuat anggota milis. “Selain ibu-ibu yang menggunakan popok kain untuk anaknya, milis kamu juga beranggotakan ibu-ibu yang akan memilih popok kain, mantan pengguna, sampai ibu-ibu yang kemudian mencoba membuat sendiri popok kainnya,” tutur Eni. Anggota milis saat ini sudah hampir mendekati angkat 1.000 orang.

Untuk memberikan peluang usaha pada ibu-ibu yang membuat popok kain, MPK menyediakan waktu khusus untuk promosi, tentu saja melalui dunia maya, yaitu pada hari Kamis. “Kalau sudah hari promosi, biasanya ada 100 sampai 200 orang yang promosi,” kata Inne yang turut berbisnis popok kain meski tak membuat sendiri.

Tak hanya jadi ajang promosi, MPK juga menjadi sarana berbagi informasi, seperti cara merawat popok hingga media untuk menyebarkan pola popok yang baru. Di luar dunia maya, penyebaran informasi tentang popok kain dilakukan secara personal, mulai dari mengajak saudara, tetangga, teman kantor, arisan, sampai pengajian.

“Efek terhadap pengurangan sampah lumayan besar. Saat ulangtahun pertama MPK, kami mengadakan kegiatan amal di panti asuhan. Di sana, sampah popok sekali pakai dalam sehari bisa mencapai seratus kantong plastik. Untuk mengurangi sampah itu, kami mencoba memperkenalkan popok kain pada panti asuhan,” ujar Eni.

Anna (30) bahkan masih menyimpan popok kain yang pernah dipakai anak pertamanya, Seno (2,5), untuk dipakai anak keduanya yang masih berusia lima bulan dalam kandungan. Anna mengatakan, asal tahu cara memakai dan merawatnya, popok kain bisa tetap bersih.
“Misalnya, popok jangan terlalu lama dipakai, harus diganti 3-4 jam sekali. Cara mencucinya juga tidak merepotkan, sama saja seperti mencuci baju biasa. Yang agak repot mungkin pada saat bepergian. Tetapi zama sekarang perlengkapan bayi sudah lengkap, ada tas khusus untuk menyimpan popok yang kotor. Tasnya juga bagus lho,” tutur Anna.

Jadi, uang penghematan dari popok bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan bayi lainnya…

*****
PS. Terima kasih Mom Inne utk artikel ini.
17 August 2011

Toko Offline Penyedia Popok Kain

by milispopokkain

(Cloth Diapers Offline Stores)

Berikut ini daftar offline stores yang menjual popok kain (cloth diapers) di Indonesia. Bila ada informasi terbaru, kami berusaha utk melengkapinya.

Terima kasih buat semua anggota Milis Popok Kain yang sudah berbagi informasi ttg offline stores ini.

*******

*JAKARTA dan sekitarnya

Nenen Babyshop

Ruko Plaza 1, Pondok Indah no. 33 ( Seberang Rumah Sakit Pondok Indah)

Phone: 021-7512263

Nenen Babyshop

Jl. Senopati No. 25 Jakarta 12190 (patokannya dibelakang daerah Bursa Efek Indonesia. Tiga ruko setelah Apotik Senopati. Satu deret dengan Ray White)

Phone: 021-5213008

Toko Novi/Nova

ITC BSD

Giant Bintaro

Maebebe Babyshop

(dekat RS Bintaro)

Toko Amyrea

Mall Of Indonesia (MOI) Lower Ground Fl, Citylink Blk A6 – 6

Phone: 021-46820055

Toko Ibu dan Anak

Jln. Buncit Raya no. 15 B

Phone: 021-98054836 / 021-92587741

Clodi Addict (booth)

Giggles Factory, FX Lifestyle X’nter F 5 Jl. Pintu 1 Senayan (di dpnnya Mom n Jo dan Kidz station).

Phone: 0811.898360

Garasi Lil Island

Jl Balai Pustaka Timur No 12 Rawamangun Jakarta Timur (di antara apotik RINI dan Toko Roti Merdeka).

Toko Ocha

ITC Kuningan

Jungle Baby Shop

ITC Kuningan

Clodi Store

ITC Cempaka Mas, Lantai Ground Blok K

(Masuk dari Pintu Utama, kemudian ke arah kanan, depan Victory Sprei, dekat Okhasiku Baby Shop)

Jeannete Baby Shop

ITC Cempaka Mas

Kumala Baby Shop

ITC Cempaka Mas

Audrey Baby Shop

ITC Cempaka Mas

Tasya Baby & Kids Store

Jl. Raya Cirendeu No. 4A

Ciputat-Tangerang Selatan

Mama Bebe Shop (ols yg bisa open house – hanya weekend dan sesuai perjanjian)

Jl H Muhyin no 103

RT 006 / RW 06

Jaticempaka – Pd Gede 17411

Phone: 0813 86389340

*Luar JAKARTA

Bebiez

Ruko Permata no 6 RT 21/6

Jl. Babarsari, Yogyakarta

Phone: 0274-484905

Jove’s Corner

d/a Toko Roti Almond (Almond Bakery)

Jl Mayjen Sutoyo 91 – Pojok Beteng Wetan – Yogyakarta

Phone: 0274-411451, 0274-379310, 085 7434 64 085

Toko BundaHafidh (dengan perjanjian per telepon)

Ronodigdayan DN III/465

Yogyakarta 55211

Phone: 087738387172

Cloth diapers Mania

Jl. Sultan Tirtayasa no 24 Bandung

Phone: 022-9578458

Mivi Baby Shop

Jl. Prof. Eyckman no.17 Bandung

Phone: 022-2037400

Rumah Zahro (telpon atau sms dahulu sebelum datang)

Jl. Prof. M. Yamin gang 4 No. 22 Malang

Phone: 085710849282, 0341-6400461

Rumah Popok Kain Madiun (dengan perjanjian per SMS)

Jalan Teuku Umar RT 3 RW 1 Kincang, Jiwan, Madiun.

Phone : HP : 08977989722, 081931640271

* Dicopy dari blog lama Milis Popok Kain per tanggal 11 April 2011.

17 August 2011

SURVEY: Solo Cloth Diapering

by milispopokkain

Bulan Februari 2011 lalu, beberapa ibu di milis sempat berbagi tentang penanganan popok kain dalam kondisi tanpa ART dan tanpa mesin cuci, baik dalam term waktu aktual (saat ini) maupun masa lalu (saat mengalami kondisi tersebut).

Berikut ini rangkuman dari semua informasi yang masuk. Semoga berguna bagi ibu-ibu yang lain dengan kondisi yang sama. Cloth diapering is possible in any condition 🙂

Terima kasih untuk 16 mommies yang sudah ikutan berbagi…

Salam popok kain,
Moderator
********
  • Total responden: 16 orang
  • HCD : Handwashing cloth diapers

GAMBARAN RESPONDEN

Berdasarkan usia bayi/anak
  • 56% responden HCD saat bayi berusia newborn-6 bulan. 44% dari ibu-ibu tersebut masih berlanjut HCD sampai range usia anak 6-12 bulan.

Berdasarkan jumlah popok kain yang dimiliki
  • 38% responden memiliki popok sejumlah 13-20 buah, 31% responden memiliki 1-12 buah popok dan persentase yang sama untuk yang memiliki popok kain sejumlah 21 buah ke atas.

Berdasarkan cara berpopok kain (Cloth diapering type)
  • 56% responden menerapkan full time cloth diapering dan beberapa di antaranya mixed dgn celana pop.

Berdasarkan jadwal pencucian popok
  • 75% responden memiliki jadwal pencucian sehari sekali.

Berdasarkan jenis popok kain yang dimiliki
  • Jenis popok yg digunakan, paling banyak adalah Pocket (32%), diikuti dengan AI2 (24%) dan AIO (17%). Sisanya Fitted, prefold, flat dan popok klasik bertali (tentunya dgn diaper cover).

Berdasarkan deterjen yang digunakan
  • Deterjen yg digunakan, paling banyak adalah Attack Clean Maximizer dan Cycles.

BAGAIMANA CARA PENANGANAN POPOK KOTOR SELAMA MENUNGGU PENCUCIAN

75% dari responden menerapkan metode dry pail, yaitu menyimpan popok kotor di dalam wadah (umumnya ember) tanpa air, alias tidak merendam. 19% responden menerapkan metode wet pail, yaitu merendam popok kotor, dan mereka sebelumnya membilas dulu popok dari feses dan urine bayi. Sisanya yaitu 6% (hanya satu responden) menerapkan metode gabungan antara keduanya dimana metode wet pail dilakukan hanya untuk insert.

Responden yang menerapkan dry pail ada yang membilas dulu feses & urine bayi sebelumnya (19%), membilas hanya bila terkena feses (25%) dan tidak membilas sama sekali (6%) – kondisi bayi newborn dan ASIX. Sisanya tidak memberikan informasi yang detail (25%).

APA KENDALA YANG DITEMUI

38% responden menyatakan bahwa mereka tidak menemukan masalah yang berarti dalam kondisi cloth diapering tanpa ART dan tanpa mesin cuci. Sementara sisanya menemukan beberapa masalah tidak tetap seperti masalah cuaca yang mempengaruhi lamanya pengeringan popok di jemuran serta masalah internal dalam diri mereka sendiri, antara lain perasaan malas dan lelah yang umumnya bisa diatasi dengan adanya bantuan dari pasangan. Ada pula masalah lainnya seperti masalah kualitas air yang tidak bagus dan perubahan popok kain yang terlihat kusam akibat pencucian tiap hari dengan tangan.

Kesimpulannya adalah berpopok kain tanpa ART dan tanpa mesin cuci (solo cloth diapering) bukanlah suatu hal yang rumit asalkan ada kemauan dan motivasi yang kuat, ditambah kegembiraan dan kecintaan dalam melakukannya. Terkadang ada kendala-kendala yang timbul di luar kuasa kita. Untuk itu kita perlu untuk melihat pengalamanan orang lain untuk memperoleh masukan dan dukungan dalam pelaksanaan solo cloth diapering ini.

* Dicopy & direvisi dari blog lama Milis Popok Kain per tanggal 15 Maret 2011

Tags: ,
10 August 2011

Dua Tahun Milis Popok Kain

by milispopokkain

Disusun oleh: Inne Utomo

Hooray! Milis Popok Kain is celebrating it’s second anniversary!

Pada tanggal 26 Juli 2011, Milis Popok Kain (MPK) tepat berusia dua tahun. Untuk memperingati peristiwa ini, MPK menggelar acara temu kangen member pada hari Sabtu, 2 Juli 2011. Acara ini dilangsungkan di TK Buana Kids, Buncit Indah, Jakarta Selatan. Acaranya adalah Penjurian Lomba Membuat Popok Kain Daur Ulang (Recycle), Workshop Membuat Popok Kain Daur Ulang dan Lomba Memakaikan Popok Kain. Ditutup dengan acara potong tumpeng, potong kue, bagi-bagi goodie bags dan makan-makan. Seru, asik dan mengenyangkan!

Penjurian Lomba Membuat Popok Kain Daur Ulang diserahkan kepada tiga orang juri yang berwawasan luas mengenai popok kain. Juri pertama adalah salah satu moderator milis yang kerap disapa Djeng Eni. Juri kedua adalah produsen Enphilia, yaitu Mom Rika. Dan juri ketiga adalah juragan toko KedaiJajaKaulan yang piawai membuat popok kain sendiri (home made cloth diaper) yaitu Mom Citra.

Karya peserta lomba yang masuk berjumlah empat karya. Meskipun sedikit, ternyata karya yang masuk ini termasuk karya yang bagus dan rapi. Para juri dibuat terkesan oleh kreativitas para peserta dalam menciptakan karyanya. Anak-anak para peserta ini akan senang sekali memakai popok buatan ibunda mereka. Wah, persis seperti tema acara ultah kedua Milis Popok Kain: “Creative Mom, Happy Kids!”

Pemenang lomba ini adalah Mom Ossy, dengan popok kain yang dimodifikasi dari celana pop dan kaus bekas. Juara kedua adalah Mom Maya Annisa dengan popok kain dari kain bekas bedong. Juara ketiga dan keempat diraih oleh Mom Siska Utari yang membuat dua karya, yaitu satu popok dari kaus bekas dan satu popok dari kain alas ompol.

Workshop Membuat Popok Kain Daur Ulang diramaikan oleh kehadiran Mom Mariza (Icha) MetalMom. Mom Icha dengan sabar dan penuh kesiapan sukses memberikan materi. Materinya mengenai teknik menjahit, tips dan trik memilih bahan serta langkah-langkah menjahit popok kain. Peserta yang terdiri dari ibu hamil dan ibu yang menyukai popok kain ini semakin ramai karena semua peserta sangat bersemangat. Beberapa orang sempat mengatakan bahwa workshop kali ini sebaiknya dilanjutkan di lain kesempatan. Karena ternyata, seluk beluk menjahit popok kain menarik sekali untuk dibahas lebih lanjut.

Tak kalah seru, di akhir acara ada Lomba Memakaikan Popok Kain. Tiga orang ibu berpasangan dengan anaknya adu cepat berburu popok kain yang disembunyikan di beberapa tempat, lalu memasangkan popok kain ke anak masing-masing. Ada anak yang menangis keras, tapi justru jadi pemenang! Hihihi, seru!

Setelah semua acara terlaksana, perut pun lapar. Tumpeng dengan lauk pauk lengkap sudah tertata rapi, disediakan oleh penggagas Milis Popok Kain, Sitha Puspita. Kue coklat dari Bless Cloth Diaper sudah menggoda untuk segera dilahap. Bersama-sama para pengunjung, peserta dan panitia diadakan doa bersama serta penutupan acara yang dilanjutkan dengan makan-makan. Ketika tiba waktunya pulang, semua yang hadir pun semakin senang karena dapat oleh-oleh popok kain dari sponsor Zigie Zag dan GG. Asiiik, dapat ilmu, ketemu teman-teman, plus dapat oleh-oleh popok gratisan!

Tentu saja suka cita juga dirasakan oleh para pemenang yang memperoleh bingkisan besar dari para sponsor acara ini, yaitu Griya Kinanthi, MamaBebeShop, SarinaJuno Shop, AceShop dan Kios Mama Anna. Milis Popok Kain juga sangat berterimakasih pada Bank Bukopin yang bekerjasama dengan Haryono Suyono Center yang telah mengelola TK Buana Kids dan mengizinkan Milis Popok Kain meminjam lokasi acara. Tak lupa, serta kontribusi dari Grosir Papoose, Borneo Baby Shop dan Kios Online Wonder Womom dalam acara ini.

Nah, agar kebersamaan ini semakin bermanfaat untuk kita semua, Milis Popok Kain memberikan sumbangan berupa uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- kepada Panti Asuhan Balita Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur. Dana ini berasal dari hasil penggalangan dana yang berlebih dari biaya acara. Bakti sosial ini juga berupa kelanjutan dari acara tahun lalu berupa sumbangan popok kain dari Milis Popok Kain kepada yayasan tersebut.

Demikian cerita ulangtahun kedua MPK, semoga tahun depan lebih seru ya.

Salam Popok Kain!

Panitia

Pelindung dan Penanggung Jawab – Sitha Y. Puspita (Sitha)
Ketua Panitia / Kord. Acara – Eine Ayu Saraswati (Inne Utomo)
Kesekretariatan – Fatimah TZ
Bendahara – Didiet Ariwibowo (Didiet)
Sponsorship & Media – Dwi Annaningsih (Anna) & Rina Oktavani (Neena)
Publikasi – Ariesia Puriwangi Arina (Aiz)
Konsumsi – Friska Krismariani (Friska)
Perlengkapan & Dekorasi – Virdian (Dian) & Novita Budi S (Vita Giggs)
Dokumentasi – Adityo Dwinanto (Adit)

Related LINKS:

Pengumuman Lomba & Workshop Membuat Popok Kain “Creative Mom, Happy Kids!”

Panitia HUT Milis akan Siaran di Radio DFM

NUJU Spesial dari Panitia HUT Milis

Pemenang Lomba Membuat Popok Kain Recycle

Tags:
10 August 2011

SURVEY: Penggunaan Popok Kain & Energi

by milispopokkain

Seminggu yang lalu, Mom Rika dari Rumah Popok melakukan survey gambaran umum tentang penggunaan popok kain dan penggunaan energi yang mengikutinya. Berikut ini hasil yang sudah diolah dalam bentuk Chart:

Chart Biru:

  • 50% responden adalah pengguna popok kain.
  • 1% responden adalah pengguna popok sekali pakai.
  • Sisanya adalah pengguna popok campuran (kain – pospak)

Chart Orange:
  • 38% pengguna pospak membuang dulu feses bayi bila bentuknya padat namun langsung membuang pospak keseluruhan bila feses bayi lunak/encer.
  • 23% selalu membuang feses bayi ke WC.
  • 22% tidak pernah membuang feses bayi dari dalam pospak.
  • Sisanya, bukan pengguna pospak.

Chart Merah:

  • 56% pengguna popok kain mencucinya dengan tangan.
  • 26% pengguna popok kain mencuci dan mengeringkan dengan mesin cuci
  • 15% pengguna popok kain mencuci dengan mesin dan mengeringkan dengan menjemur
  • Sisanya bukan pengguna popok kain

Chart Kuning:

  • 92% mencuci popok kain dengan menggunakan air keran biasa (suhu normal)
  • 8% mencuci popok kain dengan menggunakan air panas 40-60 derajat celcius

Chart Hijau:

  • 55% yakin bahwa penggunaan popok kain dapat menyembuhkan ruam popok
  • 27% tidak pernah ada pengalaman ruam popok pada anaknya
  • 15% tidak melihat ada pengaruh popok kain terhadap penyembuhan ruam popok
  • 3% tidak tahu

Chart Ungu:

  • 48% menilai popok kain anaknya ada yang masih pantas untuk diwariskan, ada juga yang tidak
  • 44% menilai popok kain anaknya masih pantas untuk dikenakan oleh generasi selanjutnya
  • Sisanya menilai popok kain anaknya sudah tidak layak diwariskan serta bukan pengguna popok kain.

Chart Biru:

  • 42% stripping popok kain dengan mencucinya dengan air biasa sampai busa hilang
  • 24% stripping popok kain dengan mencucinya dengan air hangat/panas sampai busa hilang
  • 21% stripping popok kain dengan memberi bahan tambahan (baking soda, vinegar)
  • 17% stripping popok kain dengan cara merebus
  • 26% stripping popok kain dengan cara lain

Chart Orange:

  • 34% responden memiliki popok kain antara 11-20 buah
  • 29% responden memiliki popok kain di atas 21 buah
  • 17% responden memiliki popok kain antara 6-10 buah
  • Sisanya memiliki popok kain 0-5 buah

Chart Merah:

  • 44% responden memiliki popok kain lokal lebih banyak daripada import
  • 29% responden memiliki popok kain import lebih banyak daripada lokal
  • 10% responden memiliki jumlah popok kain lokal yang sama banyaknya dengan yang import
  • Sisanya tidak memiliki popok kain

********

Terima kasih untuk semua mommies yang sudah berpartisipasi dalam survey ini. Bila ada informasi di atas yang kurang jelas, silakan hubungi kami di:

popok-kain-owner@yahoogroups.com


Salam Popok Kain!

* Di-copy dari blog lama Milis Popok Kain tertanggal 14 Maret 2011.

Tags:
10 August 2011

Perawatan Harian Popok Kain Modern: Cara Mencuci & Tips Praktis

by milispopokkain
Disusun oleh: Inne Utomo
Menggunakan dan merawat popok kain modern (cloth diaper, clodi) ibarat pepatah ‘alah bisa karena biasa’. Awalnya ada yang merasa, “ribet, deh!”. Kalau tidak mengerti betul, ada juga yang merasa, “mau praktis kok malah repot, sih? Cape, deeeh!”. Meski demikian, ibu-ibu pengguna popok kain modern kini semakin banyak. Sebab, kerepotan yang terasa berat di awal, sebenarnya adalah pekerjaan harian biasa yang mudah dikerjakan. Karena belum terbiasa maka rasanya sulit sekali. Setelah terbiasa, secara otomatis Ibu atau asisten di rumah akan jauh lebih mudah mengerjakannya.
Popok kain modern ada banyak jenisnya. Antara lain fitted diaper, prefold diaper, pocket system, All in Two (AI2), All in One (AIO) dan cover system*. Tetapi pada intinya, cara perawatannya sama: tidak perlu direndam lama, dicuci dengan sedikit deterjen dan dibilas sampai hilang busanya.
Perbedaan dari macam-macam jenis tersebut diatas, biasanya mempengaruhi cepat-lambatnya waktu pengeringan.
Nah, berikut ini detail cara pencucian dengan pilihan cuci dengan tangan dan dengan mesin cuci. Umumnya, dengan cara berikut ini, popok tidak akan beraroma khas amonia setelah kering.
Happy cloth diapering!
*****

Mencuci dengan Tangan

  • Jika si kecil buang air besar, buang kotoran ke dalam kloset, siram untuk menghilangkan sisa kotoran yang menempel
  • Jika belum sempat mencuci selama 2 – 3 hari, sebelum ditaruh di ember, kucek sebentar di bawah air mengalir untuk membuang sisa ompol
  • Kumpulkan popok kotor di ember kering (dry pail)
  • Saat hendak mencuci, siapkan ember berisi air dan gunakan 1/4 takaran deterjen tanpa pemutih, pewangi dan pelembut, dan hindari deterjen dengan kandungan enzim pengangkat kotoran. Rendam sebentar, sekitar 15 – 30 menit
  • Kucek popok, tidak perlu sekuat tenaga saat mengucek dan memeras. Simpanlah energi dan tenaga dalam Ibu-ibu untuk bermain bersama si kecil saja.
  • Bilas 2 atau 3 kali sampai busa hilang. Kalau ada bau ompol membandel, bilas di bawah air mengalir.
  • Peras popok secukupnya, jemur dengan inner menghadap matahari
  • Setelah kering, lipat dan simpan di lemari pakaian si kecil.
Mencuci dengan Mesin Cuci
Sharing dari Anna:
“Untuk pencucian sehari-hari, aku menggunakan mesin cuci semi-automatic dua tabung. Cara pencucian aku biasanya seperti ini:
  • Bekas pup dikucek sampai bersih, jadikan satu dengan popok kotor lainnya
  • Bilas popok kotor bekas ompol dengan air biasa tanpa deterjen sebanyak dua kali
  • Bilas dua kali tanpa deterjen
  • Baru dicuci bersama baju Seno lainnya
  • Cuci selama enam menit dengan deterjen 1/4 takaran dari yang dianjurkan
  • Bilas 2 – 3 kali hingga busa tidak ada atau hanya sedikit
  • Keringkan dengan spin selama 2 – 3 menit
Tentunya banyaknya air, deterjen, lamanya cuci dan bilas juga disesuaikan dengan banyaknya popok kotor yah. Biasanya aku nyuci seperti ini utk 2 – 3 set popok modern. Oh ya, ada juga yang menyarankan nyuci popok modern jangan dicampur pakaian biasa, tapi aku campur untuk menghemat air, listrik, waktu dan tenaga 😀
Selain itu kalo mau merendam popok di air deterjen jangan lama-lama, mungkin sekitar lima menit aja. Sebaiknya sih ikuti saran pencucian yang biasanya tertera pada label masing-masing merk popok. Ada yang mengklaim ‘wash at any temperature’ seperti Blueberry Minky, ada juga yang menyarankan cuci dengan air panas di suhu 40 – 60° C, ada juga yang outer-nya sama sekali tidak boleh kena air panas seperti merk Coolababy. Bila masih terdapat noda pup setelah dicuci, biarkan saja dulu, jemur di bawah terik matahari, noda akan memudar. Kalaupun masih ada biasanya akan hilang pada pencucian selanjutnya.
Oh ya, untuk mencuci dengan mesin cuci otomatis (fuzzy logic ya istilahnya?) aku belum pernah jadi belum ada pengalaman. Kalo melihat cara kerjanya kayaknya lebih boros air. Bila cucian tidak terlalu banyak menurutku sebaiknya dicuci dengan tangan”.

Tentang PERENDAMAN

Tips dari Sitha Puspita:
“Bisa juga ditambahkan bubuk anti bakteri saat merendam dan/atau saat mencucinya, misalnya produk Mothercare Smart Nappy Soak atau Bambino Mio Fresh. Mungkin pakai Tea Tree oil juga bisa, silakan browsing untuk detailnya”.
Tips dari Adisty Budiman:
“Fitted diaper dan reusable liner yg ada fleece-nya biasanya tetap aku rendam sih, malahan semalaman, buat ngilangin pesing dan noda. Kalo pocket diaper dan diaper cover yang PUL-laminated memang gak aku rendam karena memang demikian sesuai anjuran kebanyakan produsen clodi, karena katanya bisa merusak atau melemahkan daya waterproofing (kalo minjam istilahnya ‘deteriorate’)”.
*****
Nah, tulisan ini adalah beberapa tips dari Ibu-ibu yang terbiasa menggunakan popok kain. Bisa dilihat, bahwa setiap Ibu punya cara sendiri, tetapi pada dasarnya tetap pada prinsip menggunakan sedikit deterjen, membilas sampai busa hilang, tidak merendam popok terlalu lama sebelum dicuci dan tidak menggunakan setrika setelah popok kering.
Silakan tentukan gaya Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut atau berbagi pengalaman ber-popok kain ria, gabung di milis popok kain yaaa..

Cheers!
Inne Utomo

*Silakan baca post tentang Kamus  popok kain.

Tags:
10 August 2011

Popok Kain Lokal

by milispopokkain

Berikut ini list merk popok kain lokal Indonesia yang beredar di pasaran. Untuk review dari masing2 merk, silakan dilontarkan di milis popok kain ya… Beberapa review sudah ada di file milis, silakan bergabung di sini dan download file-nya dalam format PDF. Secara berkala, file tersebut akan diupdate sesuai review yang masuk dari member milis.

  1. Cluebebe
  2. Metal Mom
  3. Zigie Zag
  4. GG
  5. Baby Oz
  6. Enphlia
  7. Popochan
  8. Nicekids
  9. Canchut
  10. Ananndapers
  11. Iconic Kids
  12. Lusty Bunny
  13. Popok handuk Canberra
  14. Ummi
  15. Ecokiddy
  16. Baby Farros
  17. Bayibayi
  18. Pempem
  19. Ziya
  20. Babyboo
  21. ACE (WAHM) 
  22. Bless (WAHM)
  23. ZTwo
  24. MomCare
  25. Baby Aesh
  26. Pumpkins Baby
  27. Nathabam
  28. Bebibum (satu produsen dgn Pempem)
  29. Circus Diaper
  30. Minikinizz
  31. Super Diaper (WAHM)

Terima kasih banyak untuk para member milis popok kain yang sudah melengkapi list di atas. Bila ada yang perlu ditambahkan, silakan comment di bawah atau mengirimkan email ke popok-kain-owner@yahoogroups.com.

Salam popok kain!

 

* Di-copy dari blog lama Milis Popok Kain tertanggal 6 Oktober 2010. 

* Last updated: Jul 13, 2013

Tags: