Archive for January, 2013

22 January 2013

Sewing Tutorial: Rita’s Rump Pocket (RRP)

by milispopokkain

Yuk, menjahit popok kain sendiri! Kita mulai dari satu pola sederhana ya…

  • Pola yang digunakan adalah Rita’s Rump Pocket (a free one size fits most fitted diaper pattern for woven fabrics). File-nya silakan dunduh di sini (nama file: Final RRP).
  • Hasil akhir akan berupa fitted diaper berkantong dan tanpa insert. Anda bisa menggunakan insert yang ada di rumah atau alas ompol yang dilipat. Untuk lapisan waterproof, silakan menggunakan diaper cover.
  • Pola asli RRP ini tidak menggunakan closure (velcro, snap, etc) sehingga pemakaiannya bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai BB bayi (dilipat). Untuk menutupnya, Anda bisa menggunakan peniti bayi atau gunakan Snappi diaper fastener (bila memungkinkan). Bila Anda ingin menambahkan velcro atau snap, beri tanda tempat velcro atau snap di kain sebelum Tahap 2 dimulai.
  • RRP ini dapat digunakan secara reversible (inner menjadi outer atau outer menjadi inner, tinggal dibalik). Namun bila Anda sudah menambahkan velcro atau snap, tentunya RRP ini tidak reversible lagi.
  • Tutorial ini tidak sepenuhnya sama dengan yang aslinya. Beberapa modifikasi kecil sudah dilakukan untuk mempermudah pemahaman.
  • Untuk trial pertama, Anda sebaiknya menggunakan bahan sisa atau bahan recycle (alas ompol atau kain bedong flanel yg sudah tua).


Bahan:

  1. 2 Fat Quarter sized kain Flannel motif berbeda untuk outer dan inner popok (atau 0,5 m kain Flannel motif sama)
  2. Elastik (polybraid atau yang lain – misalnya Lastin). Lebar tidak lebih dari 1 cm, panjang kurang lebih 20 cm (siapkan 2 buah).

Peralatan:

  1. Pola RRP
  2. Mesin jahit
  3. Benang warna selaras dgn kain
  4. Gunting kain
  5. Penggaris atau meteran
  6. Kapur jahit atau spidol khusus
  7. Jarum pentul

Jenis stitching yang digunakan adalah straight stitch (lurus biasa), zigzag stitch dan 3-step-zigzag (utk menjahit elastik)Logo 3-step-zigzag stitch pada mesin jahit bisa dilihat pada foto berikut. Bila mesin jahit Anda tidak ada 3-step-zigzag stitch, gunakan saja zigzag stitch yang biasa.

Gambar 3-step-zigzag pada foto ini adalah yang nomor 6:

ImageIstilah:

  • Right Side: sisi kain yang akan ditampilkan (yang akan kita lihat) setelah popok selesai dijahit
  • Wrong Side: sisi kain yang tidak akan terlihat (atau akan menjadi bagian dalam) setelah popok selesai dijahit
  • Kain Outer: kain yang menjadi bagian luar saat popok dikenakan anak
  • Kain Inner: kain yang menjadi bagian dalam dan bersentuhan dengan pantat anak
  • Seam Allowance pada kain: jarak antara jahitan (sesuai garis pola)
  • Topstitch: jahitan lurus biasa pada right side dengan jarak tertentu dari ujung/batas kain

Perhatian! Tutorial ini tidak akan menjelaskan tentang cara menggunakan mesin jahit. Jadi sebaiknya sebelum mulai, Anda harus sudah mempersiapkan semua yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin jahit (termasuk mempersiapkan pengetahuan menjahit Anda).

Cara Membuat

Tahap 1: Persiapan

  • Persiapkan pola dan bahan kain (outer dan inner).
  • Pindahkan pola ke wrong side kain outer, tandai bagian bukaan kantong dan bagian elastik.
  • Pindahkan pola ke right side kain inner, tandai bagian bukaan kantong.
  • Potong kain dengan seam allowance 1 cm.

Image

ImageImage

Tahap 2: Membuat lubang pocket

  • Lipatan pertama: Bagian lubang pocket, lipat sebesar 1 cm dan setrika. Untuk kedua kain, lipatannya ke arah wrong side.
  • Lipat lagi lipatan pertama 1 cm tersebut menjadi 0,5 cm (kita sebut lipatan kedua).
  • Jahit lurus lipatan lubang pocket tersebut baik untuk kain outer maupun kain inner, sampai dengan batas tanda lubang pocket.

Note: Setiap kali memulai dan mengakhiri jahitan lurus, sebaiknya melakukan backstitch beberapa kali utk memperkuat jahitan.

Image

Image

Image

Image

Tahap 3: Menyatukan kain inner dan outer

  • Pin (menyematkan jarum pentul) kain inner dan outer bersama-sama, right side bersentuhan, dengan posisi kain outer di atas kain inner.
  • Mulailah menjahit sekeliling popok dengan jahitan lurus yang dimulai dari bagian kanan lubang pocket (sesuai tanda) ke sisi kanan – bawah – sisi kiri, sampai dengan bagian kiri lubang pocket. Jadi lubang pocket jangan dijahit ya… Perhatikan batasnya.
  • Trim seam allowance menjadi sekitar 0,5 cm, namun tetap sisakan seperti semula (1 cm) di bagian seam allowance yang akan dijahit elastik (sesuai tanda).

Reminder: Setiap kali memulai dan mengakhiri jahitan lurus, sebaiknya melakukan backstitch beberapa kali utk memperkuat jahitan.

Image

Image

Image

Image

Tahap 4: Menjahit Elastik

  • Ambil satu elastik 20 cm dan posisikan elastik tersebut di bagian yang sudah diberi tanda (di bagian seam allowance kain outer).
  • Di awal jahitan, gunakan zigzag stitch biasa (zigzag backsticth satu atau dua kali utk memperkuat). Kurang lebih 1,5 cm, tanpa menarik elastik.
  • Kemudian, tarik elastik secukupnya dan mulai menggunakan 3-step-zigzag stitch. Lakukan perlahan saja.
  • Di akhir jahitan, gunakan zigzag stitch biasa (dan zigzag backstitch) untuk memperkuat.
  • Lakukan yang sama pada elastik kedua. Kurang lebih 1,5 cm, tanpa menarik elastik.

Note: Pada akhir jahitan, elastik kemungkinan besar meninggalkan sisa (kurang lebih 7 cm). Bila ingin lebih pasti terhadap ukuran panjang elastik, ukur dulu lingkar paha si kecil dengan menggunakan elastik tersebut yg ditarik secukupnya. Kadang percobaan menjahit pertama masih berupa trial and error jadi tidaklah menjadi masalah bila ada ketidaktepatan (terlalu ketat atau terlalu kendor).

Image

Image

Tahap 5: Finishing

  • Balik popok melalui lubang pocket.
  • Topstitch sekeliling popok sekitar 3-5 mm tapi tidak di bagian lubang pocket. Mulailah dari sisi kanan ke sisi kiri.
  • Begitu jahitan sampai pada bagian elastik, pindahkan jarum ke arah dalam popok utk membentuk casing di bagian elastik. Hati-hati, jangan sampai jarum menjahit elastik. Ukuran aman casing adalah 1,2 cm. Tapi Anda bisa merasakan sendiri batas elastik dengan jari-jari Anda.

Image

Image

Image

Image

Image

*** SELESAI ***

Bagi Anda yang sudah mencoba tutorial RRP ini, silakan memberikan komentar di bawah. Kesulitan apa yang Anda temui, ketidakjelasan kalimat atau apapun yang hendak Anda tanyakan atau koreksi. Semua masukan dari Anda akan sangat berguna bagi perbaikan tutorial ini.

Terima kasih!

* Diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Sitha untuk Milis Popok Kain, 2013.

Next:

  • RR Cover
  • Darling Diaper Newborn Fitted
13 January 2013

Cloth is Better!

by milispopokkain

Image

Bagi yang membutuhkan poster untuk kegiatan sosialisasi popok kain, silakan menggunakan poster Milis Popok Kain ini sebagai contoh. Anda bisa juga memperoleh poster ini for free. Caranya? Download di sini (member only). Free use, just don’t change any content on it.

Have fun and happy cloth diapering!

Tags:
10 January 2013

Sharing Story: Pengalaman Berpopok Kain

by milispopokkain

Oleh: Dewi Pertama Sari

 

Saya mengenal popok kain sudah sejak dulu, yaitu popok tali biasa. Namun baru pertama mengenal popok kain modern 2,5 tahun yang lalu, ketika hamil pertama kali.

Awalnya ketika sedang hamil sekitar tujuh bulan, saya window shopping ke toko online yang menjual keperluan bayi. Waktu itu saya baru mengenal satu merk asal Cina, jadi saya sekaligus membeli enam buah. Ketika Naisha lahir, saya mencoba memakaikan popok modern tersebut, tapi ternyata masih terlalu kebesaran dan terlihat bulky. Ya jelas, popok yang saya beli kan popok one-sized. Akhirnya saya kembali ke popok tali :D. Saat Naisha usia dua bulan, popok tersebut saya coba pakaikan lagi, dan ternyata sudah muat dan enak dilihat. Sejak itu, saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang popok kain modern dan mencoba berbagai merk.

Dua tahun berlalu, saya ternyata sudah menjadi cloth diaper addict. Saya punya lebih dari 50 popok dan kebanyakan berbeda-beda merknya. Iya, saya sering penasaran kalau ada popok modern merk atau jenis baru. Dari popok buatan lokal, sampai popok import. Dari popok yang menggunakan kancing, sampai yang menggunakan velcro, dari model front snap, sampai side snap dan pull-upἀ. Dari yang menggunakan PUL, sampai fitted diaper. Semua tipe dan semua merk, masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Namun demikian, tetap saja ada beberapa merk favorit saya, misalnya Bumgenius untuk popok import, atau Enphilia untuk popok lokal.

Selama menggunakan popok modern, saya tidak pernah mengalami kendala apapun. Urusan mencuci, mudah saja, saya cuci tangan dengan washingball. Saya juga tidak pernah mengalami ‘tidak cocok’ dengan suatu merk tertentu. Penyebabnya karena saya termasuk yang tidak rewel kalau popok bocor atau pesing, tinggal ganti popok saja kalau bocor atau pesing.

Saya cukup beruntung karena orang tua saya juga pro cloth diaper. Sehingga kalau sehari-hari Naisha saya titipkan ke orang tua saya, beliau tidak berkeberatan Naisha pake popok kain, asalkan sekali pipis langsung ganti karena orang tua saya BIG NO NO dengan bau pesing dan takut menjadi najis. Walapun kadang-kadang orang tua saya memakaikan disposable diaper jika mengajak Naisha pergi :p.

Sekarang, saya sudah tidak bereksperimen lagi dengan mencoba merk baru popok modern, selain karena sudah punya terlalu banyak, anak saya pun sudah waktunya lepas popok. Meskipun sudah dua tahun berpopok kain, semua popok saya masih kinclong, karena dicuci dan dirawat dengan cinta serta rotasi pemakaian yang lama (karena jumlah popoknya banyak). Rencananya sih akan diwariskan ke adiknya Naisha kelak. Hehe..

Mengenai penggunaan cloth diaper yang katanya membuat anak cepat lulus toilet training, saya sih tidak merasakannya ya. Anak saya termasuk yang cuek meskipun inner popoknya lembab. Tapi kira-kira sebulan lalu, waktu saya sudah tidak ada kewajiban ke kampus dan seharian di rumah saja, saya mencoba melepas popok Naisha seharian, kecuali tidur malam. Ternyata dalam waktu seminggu pun anak saya sudah berhasil lulus BAK di kamar mandi, bahkan ketika mengenakan popok pun, dia minta dilepas dan BAK ke kamar mandi. Walaupun masih ada 1 PR lagi nih buat saya, yaitu me’lulus’kan Naisha supaya mau BAB di kamar mandi. Hehe.. 😀

Image

 

 

* Terima kasih banyak, Mom Dewi! Happy cloth diapering ya…!